Kejadian ini belangsung pada Desember 2015 lalu di Beijing, China. Pada waktu itu keadaan udara di sana sangatlah darurat. Sehingga menyebabkan kematian masal dalam jumlah yang tidak biasa. Menurut informasi sekitar 4.000 jiwa dinyatakan meninggal setiap harinya akibat kondisi udara yang sangat buruk ini.
Namun dimata para sebagian pebisnis, justru bencana ini bisa menjadi peruntungan yang baik bagi ekonominya. Perusahaan asal Kanada memanfaatkan situasi darurat ini menjadi peluang bisnisnya dengan menjual kaleng berisi udara segar dengan harga sekitar $15-20 atau sekitar Rp.190.000 - Rp 250.000.
Kini, sebuah mall di kota Xi'an juga menjual udara segar, namun dalam
harga yang jauh lebih murah. Sekantong plastik udara segar dijual
seharga 1 yuan (sekitar Rp.2.500). Kondisi udara di kota ini juga telah
melampai ambang batas. Kandungan PM 2.5 di udara kotanya sebesar 65
mikrogram per meter kubik, lebih tinggi dari ambang batas WHO sebesar 25
mikrogram per meter kubik. Tapi menurut pemerintah China, jumlah ini
masih masuk dalam kategori "Moderat".
Tidak adanya solusi untuk menangani masalah ini, merupakan faktor penunjang masyarakat untuk membeli produk unik ini. Meskipun harganya mahal mereka yakin harga itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesehatan, KARENA SEHAT ITU HARGA MATI !
Salah satu tahap produksi udara segar




0 Response to "MIRIS, DI CINA UDARA SEGAR DI JUAL"
Posting Komentar